Misteri Suara di Malam Hari
"Krkr Krkrkr auuuu ……." Terdengar suara misterius itu lagi. Bila menaikkan selimutnya. Gadis kelas 3 SD itu menutup matanya rapat-rapat. Keringat membanjiri sekujur tubuhnya, napasnya memburu. Deg plas! Detak jantungnya terasa "Krkr krkr auuu…" Bila bingung. la ingin sekali pindah kencang, malam yang mencekam buat Bila.
Paginya, di ruang makan, Bila menguap berkali-kali. “Masih ngantuk, Bil? tanya Mama heran. Bila mengangguk dan menguap kembali. Papa dan Mama saling pandang heran.
“Kamu sakit?” Mama menyentuh kening Bila.
“Enggak, Ma. Cuma, tadi malam, aku enggak bisa tidur. Dua hari ini, aku mendengar suara-suara misterius.”
“Suara misterius?” tanya Papa dan Mama kompak.
“Papa Mama enggak dengar?” tanya Bila dengan heran.
“Suaranya seperti ayam berkokok, tapi panjang. Jadi kayak suara serigala di film, Aaauu… begitu.” Ditirukannya suara misterius itu. Papa Mama sampai keheranan.
“Suara serigala?” tanya Papa dan Mama lagi. Lalu Bila menganggukkan kepalanya.
“Masa, hari gini ada suara serigala?” ucap Mama sambil mengambilkan nasi buat Bila. ”Makan dulu, ya. Biar fit. Cerita suara misteriusnya dilanjutkan nanti malam lagi. Mumpung malam minggu, biar ada cerita seru,” lanjut Mama sambil tersenyum menggoda Bila. Bila cemberut, sambil tangannya mengambil sayur dan lauk. Semoga malam nanti suara misterius itu bisa terpecahkan, batin Bila.
Jam di dinding berdetak. Malam minggu, mama, papa, dan Bila duduk santai di ruang tamu. Papa asyik nonton bola, Mama baca majalah wanita. Sementara Bila duduk di samping Mama sambil membaca Buku Cerita Fabel kesayangannya. Diam-diam, Bila sedang gelisah. Telinganya siaga, siapa tahu suara misterius itu terdengar lagi. Suara itu memang tidak hanya terdengar di tengah malam. Sehari sebelumnya, Rosi mendengar suara misterius itu pada pukul sembilan malam.
“Krkr
krkr auuu… ” Bunyi itu terdengar lagi. “Ma, itu Ma, suara misterius itu!” Bila menyenggol
lengan Mama. Mama segera menutup tabloidnya, Papa mengecilkan volume TV.
“Krkr
krkr auu…”
“Tuh, kayak suara serigala, kan; Ma?” bisik Bila ketakutan. Tubuhnya didekatkannya pada Mama. Mama dan Papa saling pandang sambil tersenyum Jadi suara itu yang bikin kamu ketakutan?” tanya Mama masih sambil tersenyum. Papa malah menuju jendela samping, kemudian membuka daun jendela.
“Krkr
krkr auu …” Suara itu semakin jelas terdengar. Bila
memeluk
Mama ketakutan. Akhirnya, tawa Papa dan Mama meledak. Membuat Bila
keheranan.
“Ha
ha ha…Bila…Bila! Itu, sih, suara ayam
pelung Om Bayu, tetanggga sebelah. Kandangnya memang di
samping rumah kita, di balik pagar tembok itu,” jelas Papa.
“Haaah…ayam?
Kok, suaranya aneh, Pa?” Bila masih tak percaya. Ketakutannya
berkurang.”Masa berkokoknya panjang sekali?” “Iya, itu ayam pelung jantan.
Memang baru tiga hari lalu Om Bayu beli ayam pelung. Suaranya memang panjang
dan bagus. Didatangkan langsung dari Cianjur, Jawa Barat. Mahal, lo, harganya,”
Papa menerangkan panjang lebar.
“Mama
kemarin juga lihat, waktu belanja di warung Om Bayu. Suara ayamnya mengalun
panjang dan berirama. Ayam jenis itu sering diikutkan lomba. Ayamnya gagah,
bulunya berkilau indah, Iehernya besar dan kokoh.”
”Wah,
ternyata Mama mengamati dengan teliti ayam pelung tersebut.”Dulu, kakekmu
pernah memelihara ayam pelung juga, saat kamu masih kecil. Mungkin kalau siang
kamu tidak dengar, karena kalah dengan bunyi kendaraan yang lewat.”
“Oh…”
Bila manggut-manggut.
“Jadi,
enggak usah takut lagi ya, Sayang. Itu hanya suara ayam pelung, bukan
serigala,” kata Mama Iagi. Papa menutup jendela, lalu duduk di samping Bila.
”Besok,
kita main ke Om Bayu, ya. Biar kamu bisa lihat ayam pelung itu
seperti apa.”
“He he he…siap, Pa!” jawab Bila dengan ceria. Akhirnya, misteri suara misterius itu terpecahkan juga.
Komentar
Posting Komentar